Penerapan Pembelajaran Kontekstual Metode Problem-Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Public Relations


Prasetyo, Haris Dimas. 2010. Penerapan Pembelajaran Kontekstual Metode Problem-Based Learning (PBL) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Diklat Public Relations (Studi Pada Siswa Program Keahlian Administrasi Perkantoran 2 Kelas X di SMK Negeri 1 Turen-Malang Tahun Ajaran 2009-2010). Skripsi. Jurusan Manajemen Program Studi S-1 Pendidikan Administrasi Perkantoran. Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Mohammad Arief, M.Si, (2) Madziatul Churiyah, S.Pd, M.M

Kata Kunci: Penerapan metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning), hasil belajar

Salah satu upaya yang terus dilakukan pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia hingga saat ini adalah melalui perbaikan kurikulum. Dengan perbaikan kurikulum, diharapkan kualitas proses pembelajaran akan meningkat yang diikuti dengan peningkatan hasil belajar siswa.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran berbasis masalah (Problem-based learning), untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata diklat public relations serta untuk mengetahui faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan metode pembelajaran berbasis masalah (problem-based learning). Sebagai subyek penelitian, peneliti memilih siswa kelas X APK 2 di SMK Negeri 1 Turen.

Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang berusaha mengkaji  dan merefleksikan secara mendalam beberapa aspek dalam kegiatan belajar mengajar.  Penelitian ini terdiri dari  siklus I dan siklus II, yang masing-masing siklus dilakukan dalam 2 kali pertemuan. Pada setiap siklus terdiri dari 4 tahap, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan (observasi) serta tahap analisis dan refleksi.

Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengenal berbagai macam hubungan dalam masyarakat dan menjelaskan tugas humas. Data yang diperoleh meliputi pengelolaan pembelajaran guru, penilaian kinerja kelompok, hasil belajar siswa didik dalam aspek kognitif, afektif dan psikomotorik, respon peserta didik dan guru terhadap proses pembelajaran. Prosedur pengumpulan  data dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi, catatan lapangan, wawancara, tes, dan pengamatan partisipan.

Pada penelitian ini dibagi menjadi 3 tahap kegiatan yaitu: menentukan kelompok, merencanakan kegiatan belajar metode problem-based learning, dan merencanakan diskusi antar kelompok. Dalam siklus I nilai rata-rata pre-test dan post-test meningkat dari 5,92 menjadi 7,15 sebesar 20,8 %. Siswa yang tuntas belajar pada siklus I sebanyak 28 siswa (71,79%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 11 siswa (28,21%). Hasil belajar pada siklus I belum memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata pre-test dan post-test meningkat dari 5,64 menjadi 7,74 dengan persentase kenaikan 37,3%. Siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 37 siswa (94,87%) dan jumlah siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 2 siswa (5,13%). Hasil belajar pada siklus II sudah memenuhi ketuntasan belajar secara klasikal. Sedangkan nilai rata-rata post test pada siklus I sebesar 7,15 meningkat menjadi 7,74 pada siklus II. Pencapaian ketuntasan belajar pada siklus II mengalami peningkatan dibandingkan siklus I yaitu sebesar 23.08%.

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat diajukan adalah pertama, bagi  Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Turen, perlu adanya literatur mata diklat public relations yang lebih lengkap, fasilitas pembelajaran yakni laboratorium ADP agar lebih di perlengkap, serta perlu adanya pemberian diklat mengenai metode pengajaran terhadap guru di SMK Negeri 1 Turen yang dimaksudkan untuk memperkaya variasi pengajaran di Kelas. Kedua, bagi guru Mata Diklat Public Relations SMK Negeri 1 Turen, perlu adanya usaha untuk membiasakan siswa berpikir kritis dan menyampaikan pendapatnya ketika pembelajaran berlangsung pada mata diklat public relations. Ketiga, bagi peserta didik,perlu adanya keberanian bertanya dan motivasi yang tinggi untuk terus membiasakan diri berpikir kritis tidak hanya pada saat mata diklat public relations saja. Hal tersebut juga dihapkan dapat terus ditingkatkan melalui diskusi-diskusi mata diklat lainnya. Dan keempat, bagi peneliti selanjutnya, peneliti selanjutnya dapat menerapkan metode pembelajaran kontekstual yang menarik lainnya yang dapat memotivasi siswa untuk meningkatkan hasil belajar mereka.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: