Hubungan antara Self Esteem dan Perilaku Agresif Siswa SMA


Watiningsih, Triyuni Trisna. 2010. Hubungan antara Self Esteem dan Perilaku Agresif Siswa SMA Yayasan Pendidikan Kotamadya Blitar. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. M. Ramli, M.A, (2) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd.

Kata Kunci : self esteem, perilaku agresif

Dalam dunia pendidikan, self esteem adalah kunci utama untuk mencapai sukses dalam kehidupan. Penghargaan terhadap diri sendiri secara positif sangat penting bagi kebahagiaan dan keberhasilan anak dan remaja, terutama saat yang bersangkutan menempuh ilmu pada lembaga pendidikan. Self esteem adalah evaluasi yang dilakukan oleh individu yang mengandung adanya penghargaan  terhadap dirinya sendiri, mengekspresikan sikap menyukai atau tidak menyukai, dan mengindikasikan apakah individu mempercayai bahwa dirinya mampu, signifikan, atau berarti, sukses, dan berharga. Self esteem seseorang akan tercermin pada perilakunya. Self esteem positif akan tercermin dari perilaku individu yang positif pula. Sehingga, adanya perilaku agresif yang merupakan perilaku negatif dapat terkontrol atau dapat diminimalkan kemunculannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memperoleh gambaran deskriptif mengenai tingkat self esteem pada siswa (2) memperoleh gambaran deskriptif mengenai tingkat perilaku agresif pada siswa, dan (3) memperoleh gambaran deskriptif mengenai hubungan self esteem dan perilaku agresif siswa.

Rancangan penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Penelitian ini menggunakan teknik penarikan sampel proportional random sampling dengan jumlah sampel 58 siswa. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data menggunakan dua cara, yaitu data dianalisis dengan teknik persentase dan uji korelasi product moment.

Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut: (1) Sebanyak 56,90% siswa SMA Yayasan Pendidikan Kotamadya Blitar memiliki self esteem yang tinggi. (2) Sebanyak 56,90% siswa SMA Yayasan Pendidikan Kotamadya Blitar memiliki perilaku agresif yang rendah. (3) Ada hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dan perilaku agresif siswa SMA Yayasan Pendidikan Kotamadya Blitar.

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka saran yang dapat diberikan pada:  (1) Konselor sekolah adalah hendaknya memprogramkan bimbingan kelompok kepada siswa yang sudah memliki self esteem tinggi, memprogramkan konseling kelompok dan diberikan kepada siswa yang memiliki self esteem rendah dengan tema peningkatan harga diri. (2) Guru hendaknya dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk unjuk diri, memberikan reinforcment kepada siswa yang mempunyai kelebihan pada mata pelajaran tertentu. (3) Bagi peneliti selanjutnya yang tertarik untuk melakukan penelitian lanjutan mengenai hubungan self esteem dan perilaku agresif, hendaknya memperluas populasi penelitian supaya dapat menggeneralisasikan yang lebih luas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: