Penerapan Model Siklus Belajar Pada Pembelajaran Fisika


Sholihah, Atik Karomatus. 2010. Penerapan Model Siklus Belajar  Pada Pembelajaran Fisika untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Kemampuan Berpikir Siswa Kelas XI IPA 6 SMA Negeri 1 Ponorogo. Skripsi, Program Studi Pendidikan Fisika, Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Dwi Haryoto, M.Pd., Pembimbing  (II) Drs. Bambang Tahan Sungkowo, M.Pd.

Kata kunci: siklus belajar, keterampilan proses, kemampuan berpikir

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 1 Malang, ditemukan bahwa guru lebih sering melakukan metode ceramah dari pada mengajak siswa ikut terlibat langsung dalam melakukan penyelidikan. Siswa kurang terfokus pada pengambilan data saat praktikum dan belum dapat mengkaitkan hasil praktikum dengan materi Akibatnya keterampilan proses sains seperti mengamati, menafsirkan pengamatan, meramalkan, menggunakan alat dan bahan, menerapkan konsep, merencanakan penelitian, berkomunikasi, dan mengajukan pertanyaan masih rendah. Jika diberi kesempatan siswa jarang sekali bertanya atau menyampaikan gagasan, dimana bertanya dan mnegeluarkan gagasan merupakan bagian dari kemampuan berpikir. Siswa kesulitan memahami konsep serta kaitannya dengan permasalahan dalam penerapan konsep di kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir fisika siswa kelas XI IPA 6 SMA Negeri 1 Ponorogo dengan penerapan model siklus belajar.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Tindakan yang diberikan berupa penerapan model pembelajaran siklus belajar (5 fase) yang terdiri dari lima tahap, yaitu: pembangkitan minat, eksplorasi, penjelasan, penerapan konsep, dan evaluasi. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri atas perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian  ini adalah siswa kelas XI IPA 6 SMA Negeri 1 Ponorogo dengan jumlah 42 siswa. Instrumen penelitian meliputi instrumen tindakan yaitu RPP dan LKS, lembar observasi keterlaksanaan siklus belajar, lembar observasi keterampilan proses sains, lembar observasi kemampuan berpikir siswa, Soal bentuk essay dan catatan lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran siklus belajar dapat meningkatkan keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir siswa kelas XI IPA 6 SMA Negeri 1 Ponorogo. Hasil analisis menunjukkan peningkatan aspek keterampilan proses sains dari 59,05% dengan kriteria cukup pada siklus I menjadi 74,94% dengan kriteria baik. Secara keseluruhan, keterampilan proses sains siswa kelas XI IPA 6 SMA Negeri 1 Ponorogo mengalami peningkatan sebesar 15,89%. Kemampuan berpikir siswa melalui tes essay menunjukkan peningkatan, nilai tes rata-rata pada siklus I 79.72 menjadi 85.43. Peningkatan kemampuan berpikir melalui tes berdampak positif terhadap ketuntasan belajar. Kemampuan berpikir siswa melalui non tes dilihat dari kualitas pertanyaan mengalami peningkatan, siklus I masuk kategori 3 dan siklus II masuk kategori 4. Kualitas jawaban mengalami peningkatan masuk kategori 2 pada siklus I dan masuk kategori 3 pada siklus II.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: